free invisible web counter




Daftar Blog Saya

Kata mutiara

KATAMUTIARA

Kebijaksanaan menjanjikan kejayaan dan kebahagiaan tetapi jika disalahgunakan akan mewujudkan penderitaan menyediakan waktu tertawa kerana tertawa itu muziknya jiwa, menyediakan waktu untuk berfikir kerana berfikir itu pokok kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal kerana beramal itu pangkal kejayaan, menyediakan waktu untuk bersenda kerana bersenda itu akan membuat muda selalu dan menyediakan waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa

Kalender java

Sabtu, 05 Juni 2010

Jempol Facebook itu apa?

Sebenarnya tulisan ini
berawal dari obrolan
dengan seseorang yang
sederhana di belakang
Kampus teman. Dari berbagai
obrolanku dengannya
mungkin ini salah satu
yang menarik. Bukan saja
karena ini termasuk dalam
kajian komunikasi yakni
semiotika namun karena
selalu menemukannya
setiap kali membuka
facebook.
Mungkin pembahasan
dalam tulisan ini kurang
mendalam, tetapi semoga
mampu menambah
khazanah berpikir
bersama.
Idenya berawal dari
hobinya memberikan
jempol pada status orang
lain, kemudian ia bertanya
dan mengobrol denganku.
“ Jempol FB itu apa?”
Membicarakan jempol
facebook sama saja
membicarakan simbol,
berikut sedikit kutipan
tentang simbol dari
wikipedia,
“Simbol berasal dari kata
symballo yang berasal dari
bahasa Yunani. Symballo
artinya ”melempar
bersama-sama”, melempar
atau meletakkan bersama-
sama dalam satu ide atau
konsep objek yang
kelihatan, sehingga objek
tersebut mewakili
gagasan. Simbol dapat
menghantarkan seseorang
ke dalam gagasan atau
konsep masa depan
maupun masa lalu.[1]
Simbol adalah gambar,
bentuk, atau benda yang
mewakili suatu gagasan,
benda, ataupun jumlah
sesuatu. Meskipun simbol
bukanlah nilai itu sendiri,
namun simbol sangatlah
dibutuhkan untuk
kepentingan penghayatan
akan nilai-nilai yang
diwakilinya. Simbol dapat
digunakan untuk
keperluan apa saja.
Semisal ilmu pengetahuan,
kehidupan sosial, juga
keagamaan. Bentuk simbol
tak hanya berupa benda
kasat mata, namun juga
melalui gerakan dan
ucapan. Simbol juga
dijadikan sebagai salah
satu infrastruktur bahasa,
yang dikenal dengan
bahasa simbol.
Simbol paling umum ialah
tulisan, yang merupakan
simbol kata-kata dan
suara. Lambang bisa
merupakan benda
sesungguhnya, seperti
salib (lambang Kristen)
dan tongkat (yang
melambangkan kekayaan
dan kekuasaan). Lambang
dapat berupa warna atau
pola. Lambang sering
digunakan dalam puisi
dan jenis sastra lain,
kebanyakan digunakan
sebagai metafora atau
perumpamaan. Lambang
nasional adalah simbol
untuk negara tertentu.”
Kemudian dalam ilmu
komunikasi, simbol
sebagai salah satu cara
untuk media untuk
menyampaikan pesan.
Dalam hal ini pesan
dikemas dalam bentuk -
bentuk simbol - simbol.
Seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya,
simbol - simbol itu bisa
gambar, bentuk bahkan
bahasa.
Joseph A. Devito
mengatakan bahwa
komunikasi mengacu pada
tindakan, oleh satu orang
atau lebih, yang mengirim
dan menerima pesan yang
terdistorsi oleh gangguan
(noise), terjadi dalam
suatu konteks tertentu,
mempunyai pengaruh
tententu, dan ada
kesempatan untuk
melakukan umpan balik.
Sumber-penerima adalah
satu kesatuan yang tak
terpisahkan untuk
menegaskan bahwa setiap
orang yang terlibat dalam
komunikasi adalah sumber
(atau pembicara) sekaligus
penerima (atau
pendengar).Encoding-
decoding adalah tindakan
mengirimkan pesan,
berbicara atau menulis
(encoding). Sedangkan
tindakan menerima pesan,
seperti mendengarkan
atau membaca disebut
decoding.
Apa yang ada di diri dan
sekitar kita merupakan
simbol. Mulai dari bahasa
tubuh, tulisan, intonasi,
marka jalan, senyum
sampai diam semua
merupakan simbol. Semua
itu mewakili maknanya
masing - masing. Mereka
memilki makna karena
hasil kesempakatan
bersama. Makna inilah
merupakan pesan yang
disampaikan melalui
simbol tersebut.
Lalu bagaiman dengan
jempol facebook. Dalam
hal ini pesan suka atau
tidak suka dituliskan
(baca: encoding) dalam
bentuk jempol. Lambang
jempol dalam facebook
sering diartikan sebagai
“ Like This”. Namun
kadang simbol ini menjadi
kabur maknanya jika
status, catatan, foto atau
sebagianya
merepresentasikan
kesedihan. Apakah dengan
memberikan jempol pada
kesedihan bermakna
bahwa kita menyukai
orang tersebut dalam
keadaan tersebut. Namun
bisa jadi simbol tersebut
dapat dimaknai sebagai
ikut merasakan perasaan
orang lain. Pedangkan
proses decoding terjadi
ketika pihak lain berusaha
memaknai tanda jempol
tersebut
Kita akan menjadi senang
jika orang lain
memberikan jempol dalam
situasi baik atau senang.
Lalu bagaimana jika yang
kita update berupa
kesialan, berita buruk atau
kesedihan, lalu mampukah
kita mendefiniskannya?
Pastinya kita tidak
mengharapkan amarah
atau ketidaksukaan dari
yang diberikan jempol
karena statusnya sedih.
Jika itu terjadi, bisa saja
ada noise atau gangguan
dari penerima atau
penyampai pesan.
Kata “Like this” dalam
bahasa Indonesia diartikan
sebagai “menyukai ini”
Jika seseorang dalam
suasana sedih lalu kita
memberikan jempol,
apakah artinya kita
menyukai keadaan orang
tersebut. Tentunya hal ini
menjadi pertanyaan
sendiri bagi kita.
Kita bisa sama - sama
sepakat memaknai jempol
jika seseorang dalam
keadaan baik, namun
apakah kita sudah
bersepakat apakah arti
jempol pada situasi yang
berbeda ?

Pertemanan Semu di Facebook

Berapa orang total teman
anda di facebook? Dari
jumlah tersebut, berapa
yang memang saling
mengenal, dan berapa
orang yang sama sekali
tak pernah berkenalan
kecuali di facebook?
Postingan ini saya buat
karena seorang teman
yang gelisah karena
namanya di-tag pada foto/
note yang tak ada
kaitannya dengan dirinya.
Kemarin pas Ramadhan ia
juga memasang perisai
status agar tak
mendapatkan undangan
buka puasa bersama dan
halalbihalal.
Begitulah jika kita
fesbukan atau ikut
jaringan sosial lainnya di
dunia maya. Ada saja
resiko di-add oleh yang
tak dikenal, di-tag di foto
maupun di note, belum
lagi undangan dari grup
yang sadar atau tidak, kita
ikuti.
Aku heran dengan
temanku itu, dulu ia
bangga dengan banyaknya
orang yang adding dia.
Tapi kini dia merasa tak
nyaman … mungkin ini
yang disebut pertemanan
semu.
Lalu bagaimana agar
nyaman fesbukan?
1. Jangan approve orang
yang tak anda kenal.
2. Atau ikuti trik para
seleb, approve saja dulu,
lalu beberapa hari
kemudian delete :P
3. Jangan approve
undangan grup jika
memang tak selera
4. Jangan jadi fans jika
memang tak nge-fan
5. Jika anda tak berani
melakukan 4 hal di atas,
lebih baik jangan
fesbukan!
Jadi, begitulah
pertemanan semu di
facebook. Kita seolah-olah
banyak teman, bahkan
bangga - ketika baru
pertamakali fesbukan -
dengan banyaknya teman.
Tapi lama-lama merasa
tersiksa dengan
banyaknya orang yang tak
dikenal, apalagi ketika
teman semu itu nge-tag.
Saran saya, jika anda
terbuka dengan
pertemanan, biarkan
facebook anda
berkembang apa adanya.
Gembira saja jika ada yang
men-tag anda. Bisa jadi
orang yang mentag karena
memang ingin
memberitahu sesuatu,
atau bisa jadi karena
butuh popularitas anda.
Atau bisa jadi sekedar
menganggap anda masih
temannya. Tapi jika anda
tak suka, daripada
berteman semu mending
mulai sekarang anda lihat
lagi friendlist, dan delete
saja satu per satu “teman”
yang tak anda suka. Beres
kan?