Sebenarnya tulisan ini
berawal dari obrolan
dengan seseorang yang
sederhana di belakang
Kampus teman. Dari berbagai
obrolanku dengannya
mungkin ini salah satu
yang menarik. Bukan saja
karena ini termasuk dalam
kajian komunikasi yakni
semiotika namun karena
selalu menemukannya
setiap kali membuka
facebook.
Mungkin pembahasan
dalam tulisan ini kurang
mendalam, tetapi semoga
mampu menambah
khazanah berpikir
bersama.
Idenya berawal dari
hobinya memberikan
jempol pada status orang
lain, kemudian ia bertanya
dan mengobrol denganku.
“ Jempol FB itu apa?”
Membicarakan jempol
facebook sama saja
membicarakan simbol,
berikut sedikit kutipan
tentang simbol dari
wikipedia,
“Simbol berasal dari kata
symballo yang berasal dari
bahasa Yunani. Symballo
artinya ”melempar
bersama-sama”, melempar
atau meletakkan bersama-
sama dalam satu ide atau
konsep objek yang
kelihatan, sehingga objek
tersebut mewakili
gagasan. Simbol dapat
menghantarkan seseorang
ke dalam gagasan atau
konsep masa depan
maupun masa lalu.[1]
Simbol adalah gambar,
bentuk, atau benda yang
mewakili suatu gagasan,
benda, ataupun jumlah
sesuatu. Meskipun simbol
bukanlah nilai itu sendiri,
namun simbol sangatlah
dibutuhkan untuk
kepentingan penghayatan
akan nilai-nilai yang
diwakilinya. Simbol dapat
digunakan untuk
keperluan apa saja.
Semisal ilmu pengetahuan,
kehidupan sosial, juga
keagamaan. Bentuk simbol
tak hanya berupa benda
kasat mata, namun juga
melalui gerakan dan
ucapan. Simbol juga
dijadikan sebagai salah
satu infrastruktur bahasa,
yang dikenal dengan
bahasa simbol.
Simbol paling umum ialah
tulisan, yang merupakan
simbol kata-kata dan
suara. Lambang bisa
merupakan benda
sesungguhnya, seperti
salib (lambang Kristen)
dan tongkat (yang
melambangkan kekayaan
dan kekuasaan). Lambang
dapat berupa warna atau
pola. Lambang sering
digunakan dalam puisi
dan jenis sastra lain,
kebanyakan digunakan
sebagai metafora atau
perumpamaan. Lambang
nasional adalah simbol
untuk negara tertentu.”
Kemudian dalam ilmu
komunikasi, simbol
sebagai salah satu cara
untuk media untuk
menyampaikan pesan.
Dalam hal ini pesan
dikemas dalam bentuk -
bentuk simbol - simbol.
Seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya,
simbol - simbol itu bisa
gambar, bentuk bahkan
bahasa.
Joseph A. Devito
mengatakan bahwa
komunikasi mengacu pada
tindakan, oleh satu orang
atau lebih, yang mengirim
dan menerima pesan yang
terdistorsi oleh gangguan
(noise), terjadi dalam
suatu konteks tertentu,
mempunyai pengaruh
tententu, dan ada
kesempatan untuk
melakukan umpan balik.
Sumber-penerima adalah
satu kesatuan yang tak
terpisahkan untuk
menegaskan bahwa setiap
orang yang terlibat dalam
komunikasi adalah sumber
(atau pembicara) sekaligus
penerima (atau
pendengar).Encoding-
decoding adalah tindakan
mengirimkan pesan,
berbicara atau menulis
(encoding). Sedangkan
tindakan menerima pesan,
seperti mendengarkan
atau membaca disebut
decoding.
Apa yang ada di diri dan
sekitar kita merupakan
simbol. Mulai dari bahasa
tubuh, tulisan, intonasi,
marka jalan, senyum
sampai diam semua
merupakan simbol. Semua
itu mewakili maknanya
masing - masing. Mereka
memilki makna karena
hasil kesempakatan
bersama. Makna inilah
merupakan pesan yang
disampaikan melalui
simbol tersebut.
Lalu bagaiman dengan
jempol facebook. Dalam
hal ini pesan suka atau
tidak suka dituliskan
(baca: encoding) dalam
bentuk jempol. Lambang
jempol dalam facebook
sering diartikan sebagai
“ Like This”. Namun
kadang simbol ini menjadi
kabur maknanya jika
status, catatan, foto atau
sebagianya
merepresentasikan
kesedihan. Apakah dengan
memberikan jempol pada
kesedihan bermakna
bahwa kita menyukai
orang tersebut dalam
keadaan tersebut. Namun
bisa jadi simbol tersebut
dapat dimaknai sebagai
ikut merasakan perasaan
orang lain. Pedangkan
proses decoding terjadi
ketika pihak lain berusaha
memaknai tanda jempol
tersebut
Kita akan menjadi senang
jika orang lain
memberikan jempol dalam
situasi baik atau senang.
Lalu bagaimana jika yang
kita update berupa
kesialan, berita buruk atau
kesedihan, lalu mampukah
kita mendefiniskannya?
Pastinya kita tidak
mengharapkan amarah
atau ketidaksukaan dari
yang diberikan jempol
karena statusnya sedih.
Jika itu terjadi, bisa saja
ada noise atau gangguan
dari penerima atau
penyampai pesan.
Kata “Like this” dalam
bahasa Indonesia diartikan
sebagai “menyukai ini”
Jika seseorang dalam
suasana sedih lalu kita
memberikan jempol,
apakah artinya kita
menyukai keadaan orang
tersebut. Tentunya hal ini
menjadi pertanyaan
sendiri bagi kita.
Kita bisa sama - sama
sepakat memaknai jempol
jika seseorang dalam
keadaan baik, namun
apakah kita sudah
bersepakat apakah arti
jempol pada situasi yang
berbeda ?
-
.jpeg)








